Munculnya Fenomena Rojali & Rohana di Mall
- mall
Gunakan pendekatan yang lebih empatik dan bersahabat, bukan hanya fokus jualan, tapi juga mengedukasi dan membangun hubungan.
Bagi Konsumen:
Tak perlu merasa malu jadi Rojali. Dalam situasi seperti sekarang, hemat adalah bentuk kecerdasan finansial.
Tapi, kalau ada kebutuhan yang memang mendesak dan budget mencukupi, tak ada salahnya untuk tetap mendukung pelaku usaha lokal.
Penutup
Fenomena Rojali dan Rohana bukan sekadar istilah lucu-lucuan internet. Ia mencerminkan kondisi psikologis dan ekonomi masyarakat kita saat ini. Meski terdengar kocak, istilah ini membawa pesan penting bahwa banyak orang sedang berusaha bertahan, sambil tetap menjaga sedikit ruang untuk bersantai, healing, dan sekadar menikmati suasana mall.
Kalau kamu salah satunya, nggak apa-apa kok. Karena di tengah ekonomi yang berat, jalan-jalan doang juga bisa jadi bentuk perlawanan terhadap stres dan tekanan hidup. Toh siapa tahu, hari ini cuma liat-liat, besok bisa checkout keranjang, kan?