Menjelang Nyepi, Mengenal Budaya Ogoh-Ogoh, Sejarah dan Makna Filosofis di Dalamnya

Ilustrasi Ogoh-ogoh
Sumber :
  • pixabay

Ogoh-ogoh merupakan boneka raksasa yang diarak keliling desa. Pawai arak-arakan tersebut biasanya dilakukan pada malam menjelang Hari Raya Nyepi, yaitu ketika ngerupukan atau upacara pembersihan.

KBA Tanon, Desa Menari yang Kian Berseri

Sejak Presiden memutuskan Hari Raya Nyepi sebagai hari libur nasional pada 1983, ogoh-ogoh kemudian menjadi bagian dari perayaan Hari Raya Nyepi.

Ogoh-ogoh berasal dari sebutan ogah-ogah yang dalam bahasa Bali memiliki arti digoyang-goyangkan. 

4 HP Kamera 200MP Periskop Terbaik 2025 Lensa Telephoto Setara DSLR

Bhuta Kala, yang merupakan sosok yang digambarkan oleh patung ogoh-ogoh identik dengan kekuatan negatif yang memiliki sifat mengganggu kehidupan.

Selain itu, ogoh-ogoh juga diwujudkan sebagai makhluk hidup di mayapada, surga, dan neraka. Wujudnya pun beragam, mulai dari naga, gajah, hingga bidadari.

Penjualan Moto G45 5G Laku Keras di Indonesia, Motorola Siapkan HP Berikutnya yang Bakal Rilis

Dalam perkembangannya, ogoh-ogoh kemudian dibentuk menyerupai publik figur seperti pemimpin dunia, artis, bahkan penjahat. Patung tersebut dibentuk dengan menggunakan bubur kertas, lem dan bambu sebagai kerangkanya.

Sejarah Ogoh-Ogoh

Halaman Selanjutnya
img_title