Insiden Kebakaran Mercedes-Benz EQE Picu Pertanyaan Soal Keamanan Baterai EV China

Mobil Mercedes Benz Eqe.
Sumber :
  • Mercedes Benz

Teknodaily – Kebakaran mobil listrik Mercedes-Benz EQE yang baru-baru ini terjadi di Incheon kembali memicu kekhawatiran tentang keamanan baterai buatan China, khususnya yang berjenis NCM. 

Review Honda e:NS2 2025, Mobil Listrik Futuristik dengan Teknologi AI dan Jangkauan 600 Km

Dilansir dari Business Korea, pada malam 29 Juli pukul 19:16, seorang pria berusia 40-an memarkir mobil listrik Mercedes-Benz-nya di tempat parkir bawah tanah di kompleks apartemen B di Cheongna-dong, Seo-gu, Incheon. 

Hanya 59 jam kemudian, pada pagi hari 1 Agustus sekitar pukul 06:15, kendaraan tersebut mulai mengeluarkan asap dan kemudian terbakar. Kebakaran tersebut mengakibatkan lebih dari 140 kendaraan terbakar dan 23 orang harus dirawat di rumah sakit akibat menghirup asap.

Perbandingan Tesla Model 3 2025 vs Hyundai Ioniq 6, Mobil Listrik Sedan Mana yang Lebih Canggih?

Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi serta industri baterai, sel baterai sedan Mercedes-Benz EQE yang terbakar adalah produk dari Farasis, perusahaan asal China. Baterai ini adalah jenis Nickel-Cobalt-Manganese (NCM), meskipun nama model pastinya belum diungkapkan.

Tentang Farasis

Farasis, yang didirikan pada tahun 2009, berhasil mencapai penjualan sebesar $2,32 miliar tahun lalu, menempati peringkat ke-10 secara global dalam hal volume penjualan dan pengiriman. 

Cara Merawat Mobil Listrik Dengan Mudah

Pada tahun 2018, Farasis menandatangani kontrak pasokan baterai selama 10 tahun dengan Daimler, perusahaan induk Mercedes-Benz, dan pada tahun 2020, Mercedes-Benz mengakuisisi sekitar 3% saham di Farasis untuk bersama-sama mengembangkan baterai. 

Halaman Selanjutnya
img_title