Ada Bug di HyperOS Xiaomi Redmi? Begini Solusi Cara Mengatasinya
- Xiaomi
Teknodaily – Setelah peluncuran HyperOS di perangkat Xiaomi, beberapa pengguna melaporkan adanya bug yang muncul beberapa hari setelah melakukan pembaruan. HyperOS, yang merupakan sistem operasi terbaru dari Xiaomi, diharapkan membawa banyak peningkatan performa dan fitur baru, namun tak sedikit pengguna yang mengalami masalah teknis setelah update.
Berikut adalah beberapa bug yang dilaporkan dan solusi yang dapat dicoba.
Bug Pengisian Daya, Perlu Restart Agar Bisa Di-charge
Salah satu bug yang cukup mengganggu setelah update ke HyperOS adalah masalah pengisian daya. Beberapa pengguna melaporkan bahwa HP mereka tidak bisa di-charge setelah update, dan harus melakukan restart agar proses pengisian daya dapat berjalan normal kembali.
Solusi Bug Xiaomi yang Dapat Dicoba
Beberapa pengguna melaporkan bahwa dengan mengganti kabel charger, masalah ini dapat teratasi. Masalah bisa saja terjadi karena kabel yang digunakan sudah mengalami penurunan kualitas atau tidak kompatibel sepenuhnya dengan HyperOS.
Jika setelah mengganti kabel masalah masih tetap muncul, solusi sementara adalah melakukan restart perangkat sebelum mulai mengisi daya. Meskipun ini bukan solusi ideal, namun setidaknya dapat membantu proses pengisian daya berjalan normal.
Jika belum juga berhasil, maka bisa menunggu Update Patch. Karena masalah ini terindikasi sebagai bug, kemungkinan Xiaomi akan merilis update patch yang akan memperbaiki masalah ini di pembaruan berikutnya. Pastikan selalu memeriksa pembaruan sistem terbaru.
Konsumsi RAM yang Lebih Tinggi
Pengguna lain yang telah mengupdate perangkatnya ke HyperOS, seperti pada Redmi Note 12, melaporkan bahwa konsumsi RAM di HyperOS meningkat sekitar 5-10% lebih banyak dibandingkan saat menggunakan MIUI 14. Di perangkat dengan RAM 8 GB, ruang memori bebas yang sebelumnya berada di kisaran 4500-4800 MB saat menggunakan MIUI, kini turun menjadi 3900-4400 MB di HyperOS.
Selain itu, pada pengaturan aplikasi, pengguna melaporkan bahwa HyperOS tidak lagi menampilkan penggunaan RAM, sehingga menyulitkan pengguna untuk melakukan force close aplikasi secara efisien. Hal ini berbeda dengan MIUI, di mana penggunaan RAM bisa terlihat secara jelas.