Planet Pengganti Bumi Ditemukan
- NASA/JPL-Caltech/R. Hurt, Caltech-IPAC.
Teknodaily – Para ilmuwan telah mengumumkan penemuan planet baru yang mungkin bisa menjadi pengganti Bumi. Planet yang diberi nama Gliese 12 b ini memiliki ukuran yang mirip dengan Bumi dan berada di zona layak huni, yaitu wilayah di sekitar bintang tempat air cair bisa ada di permukaan planet.
Penemuan ini menjadi sorotan karena jaraknya yang relatif dekat, hanya 40 tahun cahaya dari Bumi, yang setara dengan sekitar 378 triliun kilometer.
Gliese 12 b ditemukan oleh tim internasional yang bekerja dalam Program Strategis InfraRed Doppler Subaru (IRD-SSP), yang fokus mencari planet-planet layak huni di sekitar bintang kerdil merah, seperti dilansir dari Live Science, mengutip VIVA.co.id.
Kerdil merah adalah jenis bintang yang lebih kecil dan lebih dingin daripada Matahari kita, tetapi jumlahnya jauh lebih banyak di alam semesta. Karena ukurannya yang kecil, planet-planet di sekitar kerdil merah lebih mudah dideteksi.
Ilustrasi planet HD 189733b, berwarna biru mirip Bumi.
- sci-news.com.
Salah satu alasan utama mengapa Gliese 12 b begitu menarik adalah lokasinya yang berada di zona layak huni bintangnya. Zona ini sering disebut sebagai "zona Goldilocks," karena di sini kondisinya tidak terlalu panas atau terlalu dingin, sehingga memungkinkan adanya air cair, yang dianggap penting untuk kehidupan.
Planet ini berada di tepi dalam zona layak huni dari bintangnya, Gliese 12, yang merupakan kerdil merah. Hal ini berarti Gliese 12 b menerima cukup banyak cahaya bintang untuk mempertahankan suhu yang mungkin mendukung keberadaan air cair.
Meski demikian, keberadaan air cair masih bergantung pada komposisi atmosfer dan kondisi permukaan planet.
Gliese 12 b memiliki ukuran yang hampir sama dengan Bumi, yang menunjukkan bahwa planet ini mungkin memiliki komposisi dan lingkungan yang serupa dengan planet kita.
Namun, untuk mengetahui lebih lanjut tentang permukaan dan atmosfernya, para ilmuwan perlu melakukan lebih banyak penelitian dan observasi. Salah satu metode yang digunakan untuk mempelajari atmosfer Gliese 12 b adalah spektroskopi transmisi.
Teknik ini melibatkan analisis cahaya bintang yang melewati atmosfer planet selama transit, yang dapat memberikan petunjuk tentang jenis gas yang ada di atmosfernya, seperti oksigen, air, metana, dan karbon dioksida.