Tiktok Digugat 14 Negara Gara-gara Ini

Media sosial Tiktok.
Sumber :
  • Pixabay.

Teknodaily – Platform media sosial populer TikTok ramai-ramai digugat oleh 14 negara bagian Amerika Serikat karena dinilai membahayakan kesehatan mental anak dan bikin candu.

img_title 5 HP Murah eSIM Terbaik September 2025: Kamera 200MP & Baterai Badak

Belasan negara bagian itu termasuk termasuk New York, California, dan Distrik Columbia, mengajukan gugatan hukum pada Selasa 8 Oktober 2024 kemarin.

Pusat dari gugatan ini adalah algoritma TikTok, yang didesain untuk menarik perhatian penggunanya dengan terus menampilkan konten sesuai minat pribadi melalui feed "For You".

img_title Review Poco C85: HP Murah Kamera AI 50MP dan RAM Ekspansi hingga 16GB

Dilansir AP News, Jaksa agung di negara bagian tersebut menuduh TikTok sengaja membuat fitur-fitur yang membuat pengguna terus-menerus menggulir konten, seperti pemberitahuan dengan suara “buzzes” khas dan filter wajah yang meningkatkan citra tubuh tak realistis.

Gangguan mental/jiwa.

Photo :
  • Pixabay.

img_title 5 HP MediaTek Terbaru September 2025: Harga Murah Kamera Canggih dan Gaming Lancar

Hal ini, menurut mereka, menyebabkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan dismorfia tubuh di kalangan anak-anak.

Jaksa Agung Distrik Columbia, Brian Schwalb, menyebut algoritma TikTok sebagai pemicu dopamin, yang sengaja dirancang untuk membuat anak-anak kecanduan.

"Mereka mendapat keuntungan dari fakta bahwa platform ini menjerat kaum muda agar menggunakan aplikasinya secara berlebihan," ujar Schwalb.

TikTok Bantah

Menanggapi tuduhan tersebut, TikTok membantahnya, Juru Bicara (Jubir) TikTok, Alex Haurek menegaskan bahwa TikTok telah berupaya bekerja sama dengan jaksa agung selama lebih dari dua tahun untuk menemukan solusi.

"Kami sangat tidak setuju dengan klaim ini, yang banyak di antaranya kami yakini tidak akurat dan menyesatkan," kata Jubir TikTok,  Alex Haurek.

Pihaknya tetap berkomitmen untuk melindungi anak dan remaja dan akan terus memperbarui dan meningkatkan produk.

Tiktok

Photo :
  • pixabay

Meski TikTok mengklaim platformnya aman bagi pengguna di bawah 18 tahun, para jaksa berpendapat bahwa anak-anak bisa dengan mudah melewati batasan usia, mengakses konten dewasa, dan terlibat dalam tantangan viral yang berbahaya.

Jaksa Agung New York, Letitia James, mengatakan bahwa banyak anak di negara bagian itu yang terluka, bahkan meninggal, akibat mengikuti tantangan TikTok yang berbahaya.

"TikTok mengklaim aman untuk anak muda, tetapi itu jauh dari kenyataan. Di New York dan di seluruh negeri, anak muda telah meninggal atau terluka saat melakukan tantangan TikTok yang berbahaya dan banyak lagi yang merasa lebih sedih, cemas, dan tertekan karena fitur-fitur TikTok yang adiktif," kata Jaksa Agung New York Letitia James dikutip AP News, Rabu 9 Oktober 2024.

Halaman Selanjutnya
img_title