Tips Menghindari Serangan Ransomware

Ilustrasi malware.
Sumber :
  • Pixabay.

Kaspersky menyampaikan bahwa perusahaan dan organisasi bisa membentengi diri dari serangan ransomware dengan menjalankan langkah-langkah sebagai berikut.

img_title Daftar Negara Bebas Pajak 2025: Hidup Tenang, Finansial Lebih Aman

Pertama, jangan mengekspos layanan desktop atau manajemen jarak jauh (seperti RDP, MSSQL, dan lainnya) ke jaringan publik kecuali benar-benar diperlukan, dan selalu gunakan kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, serta aturan firewall untuk jaringan tersebut.

Kedua, selalu perbarui perangkat lunak pada semua perangkat yang digunakan untuk mencegah ransomware mengeksploitasi kerentanan.

img_title Redmi 15C Review: Harga Cuma Sejutaan Kamera Jernih & Baterai Badak

Ketiga, fokuskan strategi pertahanan pada pendeteksian pergerakan lateral dan penyelundupan data ke Internet.

Berikan perhatian khusus pada lalu lintas keluar untuk mendeteksi koneksi pelaku kejahatan siber. Hal ini dapat dicegah dengan solusi deteksi dan respons jaringan seperti Kaspersky Anti Targeted Attack Platform (KATA).

img_title Demo Hari Ini di DPR: Aksi Mahasiswa Kian Memanas, Kejadian 1998 Terulang?

Keempat, cadangkan data secara berkala dengan perhatian khusus pada strategi pencadangan offline. Pastikan pengguna dapat mengaksesnya dengan cepat dalam keadaan darurat saat dibutuhkan.

Kelima, lakukan penilaian dan audit rantai pasokan serta kelola akses layanan ke lingkungan pengguna.

Keenam, siapkan rencana tindakan untuk risiko pengendalian reputasi data jika terjadi pencurian data.

Solusi seperti Kaspersky Next Extended Detection and Response dan layanan Kaspersky Managed Detection and Response yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi dan menghentikan serangan pada tahap awal, sebelum penyerang mencapai sasaran akhir mereka.

Siapkan pusat operasi keamanan menggunakan alat manajemen informasi dan peristiwa keamanan seperti Kaspersky Unified Monitoring and Analysis Platform (KUMA), yang menyediakan analisis waktu nyata dari peristiwa keamanan yang dihasilkan oleh sumber data apa pun, seperti aplikasi atau perangkat keras jaringan.

Threat Intelligence terbaru dari Kaspersky dapat digunakan untuk mengetahui TTP aktual yang digunakan oleh pelaku ancaman siber.

Selain itu, penting pula mengedukasi karyawan. Program pelatihan khusus seperti yang disediakan di Kaspersky Automated Security Awareness Platform dan Kaspersky Expert dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan.