Penjelasan 3 Jenis Beta Testing Aplikasi: Open, Closed, Public

Istilah beta pada aplikasi
Sumber :
  • Adjust

Teknodaily – Dalam dunia pengembangan perangkat lunak, termasuk aplikasi mobile, istilah "Beta" sering kali muncul. Pengguna mungkin pernah mendengar istilah ini saat mereka mendaftar untuk mencoba versi aplikasi yang belum dirilis secara publik atau ketika mereka diberi akses lebih awal untuk fitur-fitur tertentu.

img_title Demo, Sekitar 500 Ribu Driver Ojol Akan Matikan Aplikasi

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan versi Beta pada aplikasi? Mari kita jelajahi lebih lanjut.

Apa Itu Versi Beta?

img_title Pinjol Udah Lunas, Apa Bisa Langsung Uninstall Aplikasinya?

Secara sederhana, Beta adalah tahap pengujian dalam siklus pengembangan perangkat lunak sebelum aplikasi atau fitur baru dirilis secara resmi ke publik. Setelah pengembang menyelesaikan versi awal aplikasi, yang biasanya disebut versi Alpha (pengujian internal yang dilakukan oleh tim pengembang), aplikasi tersebut akan dirilis dalam versi Beta untuk diuji oleh sekelompok pengguna yang lebih besar.

Tahap Beta bertujuan untuk mendeteksi bug atau masalah yang mungkin tidak terdeteksi selama pengujian internal. Pengembang berharap dengan melibatkan pengguna di tahap ini, mereka bisa mendapatkan masukan langsung dari pengguna nyata terkait performa, pengalaman pengguna (user experience), dan stabilitas aplikasi.

img_title Waduh, Duolingo Bakal Ganti Pekerja Dengan AI

Fungsi dan Tujuan Beta Testing

Ada beberapa alasan mengapa aplikasi diluncurkan dalam versi Beta.

Menguji Stabilitas

Aplikasi yang tampaknya berjalan baik di lingkungan pengembangan mungkin menghadapi masalah ketika dijalankan di perangkat pengguna. Pengujian Beta membantu pengembang mengidentifikasi bug, crash, atau masalah lain yang mungkin muncul ketika aplikasi dijalankan di berbagai jenis perangkat dengan berbagai konfigurasi sistem.

Mengumpulkan Masukan Pengguna

Versi Beta memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memberikan feedback langsung. Dengan masukan ini, pengembang bisa memahami pengalaman pengguna dan meningkatkan antarmuka, navigasi, dan fitur berdasarkan saran nyata dari pengguna.

Mengoptimalkan Performa

Aplikasi yang diuji di berbagai perangkat dan jaringan selama fase Beta membantu pengembang mengetahui area mana yang perlu dioptimalkan, seperti kecepatan loading, penggunaan baterai, atau masalah konektivitas.

Mengetahui Kebutuhan Pasar

Dalam beberapa kasus, pengembang juga menggunakan versi Beta untuk mengetahui fitur mana yang paling diminati oleh pengguna dan apakah aplikasi tersebut memiliki potensi sukses di pasar.

Halaman Selanjutnya
img_title